TBC

KAJIAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT TBC DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU

Penyakit Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi kronis menular yang disebabkan oleh Micobacterimum Tuberculosa yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Propinsi Maluku tahun 2004 dengan cakupan angka konversi baru mencapai 66,1% dan kesembuhan 65,9 %, dengan jumlah penderita baru BTA positif yang ditemukan sebanyak 609 penderita dari 1080 tersangka (suspek) yang diperiksa dengan case detection rate sebesar 46,8%, karenanya perlu dilakukan kajian terhadap faktor risiko lingkungan dan perilaku yang berpengaruh terhadap kejadian TBC.
Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan perbandingan penderita TBC dan tetangga penderita 1 : 10, sehingga diperoleh sampel penderita TBC 10 responden dan tetangga yang bukan penderita 70 responden. Analisis hubungan dilakukan dengan cara membandingkan kelompok penderita dengan kelompok non penderita berdasarkan status paparannya.
Hasil kajian menggambarkan bahwa penderita TBC tinggi pada kelompok umur > 65 (66,7 %), laki-laki (12,7 %) dan pada yang tidak bekerja (28,6 %). Perilaku responden yang mempermudah penularan TBC adalah membuang ludah di sembarang tempat (13,3 %), tidak menutup mulut saat batuk (8,6 %), tidak menutup mulut saat orang lain batuk (16,7 %), dan merokok (14,0 %). Faktor kondisi lingkungan kamar tidur yang mempermudah penularan TBC adalah lantai kamar tidur dengan jenis tanah/kayu/semen kasar (17,5 %), luas ventilasi kamar tidurnya < 10% luas lantai kamar tidur (18,6 %), kamar tidur tidak terkena sinar matahari (66,7 %), suhu kamar tidur 22 oC – 30 oC (40 %), pencahayaan di kamar tidur kurang dari 60 lux (32,1 %), dan kelembaban

Simpulan & Rekomendasi :
Simpulan dari kajian ini adalah faktor perilaku dan lingkungan kamar tidur merupakan kondisi yang mempermudah penularan TBC, karenanya perlu dilakukan penyuluhan ke masyarakat agar masyarakat mengetahui perilaku yang benar dalam berhubungan/kontak dengan penderita dan dilakukan upaya perbaikan kondisi rumah agar sesuai dengan persyaratan kesehatan. (Tabitha M.,Novi S.,Dwi R.,Ali K.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: