Kecacingan

PEMANTAUAN PREVALENSI KECACINGAN DI PROVINSI MALUKU

Penyakit cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi penyakit cacingan masih tinggi, yaitu 60 – 70 %, dan untuk daerah kumuh pada 1986 – 1991 menunjukkan hasil sebesar 60-80 % siswa terinfeksi. Tingginya prevalensi ini disebabkan oleh iklim tropis dan kelembaban udara tinggi serta kondisi sanitasi dan hygiene yang buruk, merupakan lingkungan yang baik untuk perkembangan cacing, karenanya perlu dilakukan pemantauan di Provinsi Maluku untuk mengetahui besar masalah kecacingan di Propinsi Maluku
Kegiatan ini menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik purposive sampling. Dengan purposive sampling, pemilihan sampel disesuaikan dengan tujuan kegiatan dan kriteria tertentu. Jumlah sampel sebanyak 465 berasal dari 2 Puskesmas desa dan 2 Puskesmas Kota
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa Prevalensi Kecacingan pada masing-masing Puskesmas di Provinsi Maluku tahun 2009 adalah Puskesmas Rijali 51,7 %, Puskesmas Poka 51,6 %, Puskesmas Masohi 56,88 % dan Puskesmas Amahai 88,79 %. Prevalensi untuk Kota Ambon 51,67 dan Kabupaten Maluku Tengah 57,89 %. Telur Cacing yang banyak ditemukan adalah cacing gelang dan cacing cambuk.

Simpulan & Rekomendasi
Prevalensi Kecacingan untuk Propinsi Maluku adalah 55,48 %, oleh karenanya perlu dilakukan pemberian obat cacing massal dan juga peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS, misalnya untuk tidak membuang tinja di sembarang tempat dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar dan sebelum makan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: