Filariasis

KAJIAN FAKTOR RISIKO FILARIA DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT PROVINSI MALUKU

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Cacing tersebut hidup pada saluran dan kelenjar getah bening dengan manifestasi klinik akut berupa demam berulang, peradangan pada saluran darah dan kelenjar getah bening. Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) sebagai salah satu Kabupaten di Propinsi Maluku dengan jumlah kasus sampai dengan tahun 2008 sebanyak 68 (enam puluh delapan) penderita. Program pemberantasan telah dilaksanakan, namun kasus-kasus baru masih bermunculan karenanya perlu dilakukan kajian lanjutan tentang Faktor Risiko Lingkungan terhadap Penyakit ini secara terus-menerus
Kajian ini bersifat observasional, dengan menggunakan metode cross sectional. Proses Pengumpulan data lingkungan dan perilaku dengan menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Analisis data secara deskriptif. Lokasi kajian adalah Desa Batu Putih Kecamatan Wermaktian Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
Hasil Pemerikaan darah tepi menunjukkan 10 % positif mengandung cacing filaria B. Malayi. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa persentase penderita malaria tinggi pada kelompok umur 41 – 60 tahu (13,0 %), pekerjaan sebagai petani (9,6 %) dan pada laki-laki (13, 5 %). Perilaku responen berdasarkan kebiasaan berakifitas di luar rumah yang positif menderita malaria adalah berkumpul (10,1 %), Tidur (12,7 %), bekerja (11,4 %) dan Mandi Cuci Kakus (10,3 %). Bedasarkan jenis pelindung dari gigitan nyamuk yang positif menderita filarial adalah yang tidak menggunakan kelambu (13,0 %), tidak menggunakan obat nyamuk (12,9 %) dan tidak menggunakan kasa pada ventilasi (33,3 %). Lingkungan sekitar rumah yang persentase tinggi menderita filarial adalah tidak terdapat pohon/semak rindang (16,7 %) dan tidak terdapat kolam/lagon (57,1 %). Kualitas lingkungan fisik rumah responden adalah suhu berkisar 24 – 27 0C dengan kelembaban 59 – 61 %.

Rekomendasi :
Perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang habitat dan kebiasaan nyamuk,  serta cara-cara pengendalian vektor yang dapat dilakukan masyarakat, seperti kebersihan rumah dan lingkungan sekitar serta upaya pengelolaan lingkungan alam rangka pencegahan penularan penyakit filaria. ( Christian T. & Denny T.)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: