Gong Perdamaian di Ambon

AMBON–Kegiatan pengamanan perayaan Hari Perdamaian Dunia ke-34 di Ambon, provinsi Maluku, Rabu, terlihat ekstra ketat sehingga masyarakat terbatas mengikuti acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamanan ketat terlihat dengan setiap lorong di kota Ambon dijaga aparat keamanan, baik polisi, TNI – AD dan Marinir bersenjata lengkap didukung personil polisi lalu lintas yang mengatur aktifitas kendaraan terbatas jumlahnya, terutama angkutan kota (angkot).

Masyarakat kurang puas dengan pengamanan ekstra ketat karena mendambakan bisa menyaksikan Presiden SBY menabuh Gong Perdamaian Dunia yang pertama kalinya berasal dari Desa Plajanmlonggo, Jepara, Jawa Tengah.

Apalagi, siswa TK hingga SMK, bahkan mahasiswa di sejumlah fakultas di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan perguruan tinggi swasta lainnya diliburkan.

Uskup Diosis Amboina, Mgr.P.C. Mandagie mengimbau Gong Perdamaian Dunia yang ditabuh Presiden SBY hendaknya merupakan pekik perdamaian terhadap Maluku karena selama ini diidentik dengan separatis.

“Saya menghargai kepercayaan bagi Ambon sebagai tuan rumah perayaan Hari Perdamaian Dunia sekaligus gongnya ditabuh Presiden SBY. Tapi hendaknya seiring dengan kegiatan tersebut stigmatisasi Maluku dituding separatis itu harus dihapus,” ujarnya.

Kerahkan personil
Pada kesempatan lain, Kapolda Maluku, Brigjen Pol. Totoy Herawan Indra mengatakan, mengerahkan seluruh anggotanya demi mengamankan peringatan Hari Perdamaian Dunia di Ambon pada 25 November 2009.

“Seluruh kekuatan personil akan diarahkan untuk mengamankan peringatan hari perdamaian tersebut,” katanya.

Kapolda Brigjen Totoy mengatakan sedikitnya 200 personil akan membantu personil Kodam XVI/Pattimura untuk pengamanan tamu VVIP, sedangkan sisanya melakukan pengamanan di lapangan mulai dari ring dua hingga empat.

“Sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap), pengamanan tamu VVIP menjadi tanggung jawab Kodam. Kami kerahkan 200 personil untuk membantu Kodam,” ujarnya.

Kota Ambon dipilih sebagai tempat peringatan karena telah terpilih oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kota ke-34 situs perdamaian dunia.

Puncak peringatan pada acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIT itu akan ditandai oleh pemukulan gong perdamaian dunia hasil karya seniman dari Jepara, Jawa Tengah.

Gong perdamaian dunia pertama kali diciptakan pasca musibah bom Bali I akhir tahun 2002 dan pertama kali dibunyikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 31 Desember 2002 untuk mencanangkan tahun 2003 sebagai tahun perdamaian Indonesia.

Untuk kedua kalinya, gong itu dibunyikan oleh Sekjen PBB di Jenewa, Swiss untuk membuka “Second Global Summit on World Peace.”

Selanjutnya, gong yang berasal dari Desa Plajanmlonggo, Jepara, Jawa Tengah, itu dibawa keliling dunia untuk menggemakan pesan perdamaian bagi umat manusia di seluruh muka bumi.

Saat ini, gong perdamaian dunia yang di lingkaran luarnya bergambar bendera seluruh negara di dunia dan simbol-simbol agama di dunia di lingkaran dalamnya itu, telah “disemayamkan” di 34 kota di dunia.

Kehadiran gong perdamaian dunia di Kota Ambon yang pernah dilanda konflik sosial pada 1999-2004 diharapkan dapat menggugah masyarakat Maluku untuk hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar sebagai cerminan budaya “pela dan gandong’ sebagai warisan leluhur.

Presiden SBY semalam (Selasa) telah dianugerahi gelar adat “Upu Latu Rat Maran Siwalima” ( tuan raja bangsawan besar).  Ns

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: